Tulisan ini terinpirasi dan mengutip dari senetron para pencari Tuhan yang di tayangkan di SCTV selama bulan Ramadhan, tepatnya tayangan tanggal 8 oktober kemarin.
Kebetulan saya kemarin pulang cepat jadi masih bisa nonton biasanya kiamat sudah dekat tapi g tau kenapa koq di ganti dengan para pencarai Tuhan, entah kiamat sudah dekat udah habis atau di ganti jam tayangnya saya kurang tau.
Langsung ke pokok permasalahan aja dimana si Asrul adalah orang yang hidup serba kekurangan, untuk memenuhi kebutuhan hidup ke empat anaknya satu orang istri dia harus menjual semua barang yang berharga miliknya satu-persatu hingga sampai di suatu kondisi dimana dia sudah tidak memiliki barang untuk dijual, semalaman dia berpikir gimana caranya supaya besok anak istrinya bisa makan. Timbullah ide untuk menjual iman karena tinggal iman lah yang tersisah dalam dirinya.
Keesokan harinya si Asrul datang ke Mushola untuk menawarkan imannya dan bingunglah semua orang “iman kok di jual gimana caranya” akhirnya mereka bawa Asrul ke Ustad Ferry, beliau pun g kalah bingung dengan masalah ini, kemudian dia bertanya sam bang Jack “apa perlu saya membeli imannya Asrul” karena bang jack juga bingung maka dia jawab perlu. Istri Ustad Ferry mendengar maka beliau ikut berbicara dan dia berkata menurutnya iman tidak bisa di perjual belikan” kemudian bertanya kepada Asrul “mau dijual berapa” dia menjawab tidak banyak cuma 2 juta saja, iman tidak bisa di jual jadi gimana kalau saya kasih 2 ratus ribu, dengan senang hati dia menyetujuinya.
Sebetulnya ceritanya lucu, cuma yang paling menarik adalah masalah jual iman masalah yang ironis sebetulnya, semua berawal dari kemiskinan yang membuat seseorang tidak lagi bisa berpikir dengan jernih dan menempuh segala cara untuk memenuhi kebutuhannya. Semoga kita semua dapat memetik hikmah dari masalah ini dan diberikan kekuatan iman bagi yang tertimpa masalah demikian amin…3X
DIarsipkan di bawah: Religi



