Sekarang ini banyak kita jumpai dan rasakan mulai dari barang hingga bahasa sudah banyak yang mengalami pergeseran makna dan tidak sedikit yang kehilangan makna, Ada yang pada jaman dahulu di sakralkan sekarang sudah menjadi sesuatu yang biasa bahkan tidak bermakna lagi, bahkan keberadaannya pun menjadi beban.
Pada waktu saya masih kecil sangat terasa sekali kalau televisi merupakan barang yang sangat wah dan di elu-elu kan masayrakat. Saya masih ingat dengan baik waktu saya masih SD, ingin nonton televisi harus berjalan kaki kurang lebih 1 km itu hanya ingin nonton televisi!! perasaan bangga selalu ada ketika bisa nonton walau harus berjalan sejauh itu dan cuma numpang nonton di tetangga. Tapi sekarang televisi bukanlah sesuatu yang membagakan acara nya juga banyak yang tidak mendidik, kita juga harus pandai-pandai memilah dan memilih acara televisi yang baik untuk di tonton anak-anak, remaja dan untuk orang dewasa.
Dengan kemajuan teknologi informasi sekarang ini, saya merasa ada sesuatu yang baru yang sudah menjadi tututan jaman dan ada sesuatu yang harus kita tinggalkan! baik itu secara fisik maupun makna nya.
Bahasa juga tidak jauh beda banyak yang sudah mengalami pergeseran makna hingga tidak bermakna lagi, contohnya kata sayank! kata sayank biasa pada jaman dulu di pakai untuk memanggil orang yang paling kita sayangi (pacar, suami/istri) tapi sekarag banyak yang menggunakan kata sayank ke semua orang hingga pacar, suami/istri kita tidak merasakan adanya sesuatu yang spesial ketika kita panggil sayank!! sungguh situasi yang sangat memprihatinkan. maka pergunakan lah kata sayank dengan tepat biar kata itu sendiri tidak kehilangan makna bagi kita dan orang yang kita sayangi.
DIarsipkan di bawah: h_mwd




hmmm,….
itu kata2 menyindir atau kah bentuk dari kekecewaan ???
bumi terus berputar, dan sebagai manusia kita harus bisa merespon semua perubahan itu !!
Aduh,… kata2 yang terinspirasi dari kekecewaan ???
emangnya ada yang mengecewakan dirimu mas??