Kuliah aaahh

Sudah menjadi keinginan saya untuk kuliah.! tahun ini adalah pilihan saya untuk daftar kuliah di salah satu Universitas Swasta di Jayapura tepatnya di UNIYAP (Universitas Yapis Papua) dengan pilihan Fakultas Ekonomi prodi Manajemen pilihan yang sedikit dipaksakan karena jurusan yang sesuai dengan keinginan dan menunjang kerjaan saya belum di buka atau nggak ada he he.

Dengan modal 150 ribu untuk mengambil formulir pendaftaran dengan batas waktu yang telah di tentukan untuk mengembalikan. Tibalah saat nya untuk ujian sebagai syarat masuk ke perguruan tinggi! nah disini mulai tibul keanehan saat ujian berlangsung pada saat itu saya belum sempet mengisi satu pun soal yang ada! koq udah di sodorin surat pernyataan sanggup membanyar kuliah dengan 2 pilihan :

  1. satu kali bayar

  2. dua kali cicilan

Pikiran saya sudah mulai kotor nich kalau gini cara-nya, orang belum tentu lulus ujian koq udah di suruh ngisi surat pernyataan aneh banget…???? di tambah lagi beberapa hari berikutnya pengumuman belum keluar kita semua udah di kasih slip setoran pembayaran perkuliahan weleh-weleh apa ini mekanisme yang benar ya…??? Tapi akhirnya saya lulus juga ha ha.

Akhirnya datang juga (kayak salah satu acara televisi aja) untuk daftar ulang tapi saya lebih suka menyebutnya dengan menyelesaikan semua administrasi (wong inti-nya bayar koq he he) ini rician-nya

  1. Uang SPP Cicilan I Rp. 1.000.000,-

  2. Uang Her Registrasi Rp. 750.000,-

  3. Uang BPP Cicilan 22X35.000 Rp. 770.000,-

  4. Uang Lab. Komputer Rp. 150.000,-

  5. Uang Kemahasiswaan Rp. 250.000,-

  6. Uang Jas Almamater Rp. 175.000,-

Tunggu saya ambil kalkulator dulu! habis banyak sich. total semua jadi Rp. 3.095.000,- gimana mahal nggak…?? mungkin klo untuk menuntut ilmu nggak mahal tapi kalau dibandingkan dengan universitas lain…?? nggak tau dech.!!

2 Tanggapan

  1. wah seneng ada temen yang mau kuliah lagi. Saya sendiri sebenarnya ngebet pengen kuliah di teknik sipil karena lingkungan kerja saya sekarang di bagian itu. Sering saya kesulitan membuat keputusan karena background saya yang arsitek tidak mendukung untuk membuat keputusan struktur bangunan yang rumit. Cuma sayangnya saya tidak mungkin kalau kuliah di tempat yang menuntut kehadiran penuh. Ide pernah saya tawarkan ke universitas Swasta dengan metode kuliah jarak jauh. Toh sekarang ada you-tube.
    Jadi dosen berbicara didepan kelas direkam. Sayang universitas tersebut tidak mendukung, padahal saya sudah bilang kalau camera dan film saya yang tanggung. Saya cuma perlu operator saja.
    Jadi sementara keinginan ini masih angan angan…
    selamat kuliah…

    memang pilihan yang berat ketika kita udah kerja mau kuliah! kadang kerjaan menuntut kita memilih jurusan ini malah g ada, mau g mau mlilih jurusan yg ada walau terpaksa. kalau mau kuliah di tempat lain yg jurusannya sesuai eee malah kita susah ngatur waktu kerja sama kuliah. sabar pak (pak apa mas ya?) seiring berjalannya waktu pasti bisa kuliah lagi.

  2. wah, selamat ya yang dah kuliah.
    hmmm,… jadi iri nih, kapan ya saya bisa kuliah.??
    taon depan, bulan depan atauuuuu???
    gag tau deh,… sekali lagi selamat ya!!

    terima kasih.! nanti pasti ada waktu-nya untuk susan kuliah walau sekarang mungkin blm saat-nya

Tinggalkan Balasan